27 Juni 2009
Di bumi SINESA, SMP Negeri 1 Singosari, my beloved sculah, ada acara Pelepasan Siswa-Siswi Kelas IX plus acara Pentas Seni (Pensi). Ih uau!! Hari yang aku tunggu-tunggu sekaligus hari yang aku benci.
Jam 6 pagi, aku udah ada di skulah. Nyiapin bazar, nyiapin tempat penukaran kupon, nyiapin konsumsi, pokoknya beberapa tugas OSIS lainnya. Habis itu, aku latihan baca puisi sama tim paduan suara. Ya! Aku baca puisi. Sebagai perwakilan dari murid kelas 7 and 8. Sekaligus sebagai pesan-pesan untuk kakak-kakak kelas IX yang ntar lagi udah pake’ seragam putih abu-abu. Agak ga Pe De juga sih diriku. Tapi aku lawan semua itu dengan keyakinan “Ini Persembahan Terakhir”. Eiittzzz,, bukan mau mati, tapi ini kan momen yang belum tentu bisa keulang lagi. Jadi aku gak menyia-nyiakan kesempatan ini.
WOCHE!!!! Sekitar jam 07.30 acara dimulai. (sambutan-sambutan, hiburan-hiburan, etc) - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Dan eng-ing-eng!! Tiba saatnya aku naik ke panggung di tengah-tengah lagu Terima Kasihku. Hwaaaaaa!! Malu.. wkwkwkwkwkwk. Setelah baca puisi, aku turun panggung, dan…………. (aduh, gak pantes buat diceritain. Privasi).
Acara inti udah selesai. Dan tibalah saatnya!! Acara yang paling ditunggu-tunggu oleh ARSINESA (Julukan buat para murid Sinesa),,,,, PENSI!! YEAH!! Semua boleh unjuk gigi di sini. Heheee..
Seperti yang udah aku bilang dari awal tadi, hari itu sekaligus hari yang aku benci. Kok bisa??? Hiya emang bisa, karena akan ada sebuah PERPISAHAN. Dan kalau boleh jujur, aku benci akan hal itu. Hal yang tak bisa aku bayangkan sejak aku duduk di bangku kelas VIII dan sejak aku mengenalnya. Ya.. sejak-aku-mengenalnya…
Namun, tak selamanya aku memandang sebuah perpisahan sebagai hal yang selalu meguras air mata. Tak selamanya aku menilai sebuah perpisahan sebagai MONSTER belaka. Tetapi, perpisahan inilah yang dapat membuatku belajar untuk menilai suatu hal dari 2 sisi. Coba kita pikir, mengapa Tuhan menciptakan kepedihan padahal kebahagiaan adalah sesuatu yang terindah?? Mengapa Tuhan menciptakan sebuah bencana padahal ketenteraman adalah hal yang terbaik?? Mengapa Tuhan menciptakan sebuah perpisahan padahal kebersamaan adalah suatu hal yang berharga??? Mengapa??? Aku pikir semua itu untuk membuat kita belajar lebih menghargai. Belajar lebih mensyukuri. Belajar untuk tidak selalu memandang sebelah mata. Bila tidak ada kepedihan, mungkin selamanya kita tidak akan bisa mensyukuri nikmat kebahagiaan. Bila tidak ada kematian, mungkin selamanya kita tak akan bisa menghargai arti sebuah kehidupan.
Pada akhirnya,, aku kini mengerti. Perpisahan 27 Juni itu memiliki arti. Memiliki makna. Memang, semua itu adalah penilaian dan kata-kata dari seorang anak (yang bisa dikatakan) kecil seperti diriku. Memang, aku bukanlah filosofis, aktifis, atau yang lainnya yang berakhiran FIS, haha.. Tetapi setidaknya pada hari itu aku mendapat pelajaran baru. Pelajaran untuk lebih mengerti dan menghargai arti sebuah…..PERTEMUAN….
Sabtu, 04 Juli 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar